Jam darimu sudah
jarang ku pakai, walau kadang saat aku merindukanmu. Ak memilih memakainya. Tidak
mahal, tidak bermerek tapiiii.. ah, sudahlah. Tak berhasil apapun jika memikirkannya.
Mengenang adalah hal yang tepat, dan terkadang mencipta warna kembali, namun
lebih terlihat semu.
Waktu, aku sangat
berterima kasih padamu. Kamulah penyembuh utamaku, Dia-lah yang memberinya. Karuni
waktu yang Kau berikan untukku sangat ajaib kurasakan. Terharu aku jika
mengingatnya. Waktu-lah yang paling setia menemani dan menghibur diri ini. Tak luput
dari mereka yang menyemangatiku,
mencipta senyum didiri ini lagi.
Pertemuan adalah
awal dari perpisahan. Mereka bertemu, mencinta, berpisah dan kembali bertemu
lagi dengan yang lain. Hingga saatnya mereka lelah dan mengakhirinya dengan
sebuah ikatan yang halal. Layaknya sebuah konser artis yang sangat kita
idolakan, mereka akan menyuguhkan pertunjukan luar biasa pada kita.
Saat kita mengelu-elukan untuk bernyanyi satu kali lagi, merek mungkin menyanggupinya. Namun saat waktunya memang telah berakhir, mereka pun harus sesegera mungkin turun untuk menyelesaikannya.
Saat kita mengelu-elukan untuk bernyanyi satu kali lagi, merek mungkin menyanggupinya. Namun saat waktunya memang telah berakhir, mereka pun harus sesegera mungkin turun untuk menyelesaikannya.
Kita senang, namun
tak mungkin juga kita harus menangisinya lebih lama, karena pertunjukan telah
berakhir. Berpisah..selesai.
Lanjutkan hidupmu
masing-masing :)